07 Mei 2008

Trailer "Sang Murabbi"





Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negeri kau sambangi
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan Firman tuhanmu

Terik matahari tak surutkan langkahmu
Berhujan badai tak runtuhkan azzammu
Ragakan terluka tak jerikan nyalimu
Fatamorgana dunia tak silaukan pandangmu

(Sang Murabbi—Izzatul Islam)




Tips Membeli Kamera Digital

Semakin lama, kita semakin menyadari, bahwa kebutuhan kita akan pendokumentasian suatu moment sangatlah penting. Dengan kamera digital, kita akan semakin mudah dalam mewujudkan keinginan kita tersebut. Namun, sebelum membeli kamera digital, ada beberapa tips yang dapat dijadikan pegangan :


Sesuaikan keperluan Megapixel
Banyak iklan yang mengexpose megapixel, namun banyak juga dari kita tidak mengerti sampai sebesar apa megapixel yang kita butuhkan. Biasanya, semakin besar megapixel dari sebuah kamera, harganya juga akan semakin mahal, namun untuk kualitas gambar, megapixel yang besar tidak menjamin kualitas yang baik. Sebuah kamera digital dengan 2 megapixel sudah cukup untuk foto sehari-hari dan cukup untuk dilihat di layar komputer dan dicetak sampai dengan ukuran 6R. Jika anda berencana mencetak pada ukuran lebih besar, setidaknya diperlukan 3 megapixel. Selanjutnya jika masih mau mencetak lebih besar lagi, maka megapixel yang semakin besar sangat anda butuhkan. Namun jika dipaksakan, kamera dengan megapixel yang kecil masih bisa mencetak pada ukuran kertas yang besar, namun kadang-kadang hasilnya akan terlihat kabur.

Perhatikan battery dan chargernya
Jika kamera anda menggunakan battery lithium, pemakaiannya tidak terlalu memerlukan banyak perhatian, cukup dicharge dan pakai, kalo selesai dipakai, silahkan di charge lagi. Bebeberapa kamera menggunakan battery jenis AA. Untuk jenis ini, kita bisa memilik menggunakan battery Alkaline, atau battery yang bisa diisi ulang. Kami selalu menyarankan setiap user untuk menggunakan battery jenis isi ulang dibandingkan jenis Alkaline, memang harga battery isi ulang sedikit lebih mahal dibandingkan Alkaline, tetapi kemampuanya dipakai beberapa kali (diisi ulang bisa sampai 500x pemakaian normal), maka harga battery ini akan menjadi jauh lebih murah. Penjelasan detail tentang battery ini, bisa dicari di artikel lain pada situs ini. Tetapi harap berhati-hati untuk tidak membeli battery isi ulang jenis AA yang palsu, karena sekarang sudah banyak beredar dipasaran.

Optical Zoom (dan Digital Zoom)
Perbesaran gambar secara optical (ini berbeda dengan digital zoom). Usahakan kita mendapatkan kamera dengan minimal 2x optical zoom. Sebagian besar kamera digital mempunyai fasilitas optical zoom, dan ini sangat berguna buat kepentingan kita mengabil gambar untuk jarak yang agak jauh dari tempat kita. Jangan terkecoh dengan digital zoom, rata-rata kamera digital semuanya mempunyai fasilitas digital zoom, namun hasil perbesaran dengan digital zoom akan mengakibatkan hasil foto kita jadi pecah dan tidak jelas. Sebaiknya apabila tidak terpaksa, usahakan untuk selalu menghindari pemakaian digital zoom. Digital zoom dapat juga di lakukan dengan software di PC.

Fasilitas Bantuan untuk low-light
Pada kondisi cahaya yang tidak terang, biasanya kamera akan kesulitan mendapatkan focus sebelum kita shoot object tersebut. Oleh karena itu, beberapa kamera digital dilengkapi dengan lampu bantuan (bentuknya bermacam-macam) yang berfungsi untuk membantu pengambilan foto pada tempat yang kurang cahaya. Ini sangat penting terutama pada pengambilan foto di dalam ruangan.

Perhatikan Memory Storagenya
Beberapa kamera mempunyai memory internal didalamnya, tetapi biasanya kapasitasnya tidak terlalu besar. Oleh sebab itu, kita harus memastikan bahwa kamera digital kita dilengkapi dengan port untuk memory external, sehingga kita dapat memberikan tambahan memory sesuai dngan kebutuhan kita. Ada berbagai macam jenis memory yang dapat dipakai pada kamera digital, jenis dan bentuknya biasanya disesuaikan dengan jenis kamera digital tersebut. Harganya bervariasi, namun semakin besar kapasitasnya, maka harganya akan semakin mahal juga. Internal memory yang ada pada kamera digital bisa anda abaikan bila kamera digital tersebut tidak memiliki fasilitas tersebut.

Cobalah kamera tersebut sebelum membeli
Kamera digital hampir sama dengan digital media lainnya, biasanya dilengkapi dengan menu dan tombol-tombol pengontrol untuk disesuaikan dengan keperluan kita. Beberapa amera memiliki perintah yang mudah dimengerti dibanding jenis lainnya. Perbandingan mudah atau susah dapat anda simpulkan jika anda sudah mencobanya. Juga perhatikan time delay dari mulai kita tekan tombol shoot sampai gambar selesai diambil (shutter lag), kamera tertentu ada yang delaynya sangat lama, tetapi ini juga berpengaruh dari kondisi ruang dan cahaya tempat kita mencoba kamera tersebut. Coba juga lensa zoomnya (optical zoom), apakah dapat digunakan dengan mudah dan cepat. Ketahuilah juga berapa lama waktu yang harus ditunggu dari mulai menghidupkan kamera sampai kamera siap untuk digunakan. Jangan lupa mencoba LCD dan viewfindernya.

Cari tahu informasi sebanyak-banyaknya
Ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu kemampuan, spesifikasi, dan kekurangan dari kamera yang anda taksir untuk dibeli itu. Bertanya kepada pakar, atau orang yang sudah pernah menggunakan akan sangat membantu kita untuk menentukan apakah kamera tersebut layak untuk dibeli. Beberapa website di internet banyak memberikan review tentang kamera digital, mulai dari yang mengulas secara global sampai direview sedetail-detailnya. Tempat diskusi di Internet juga sangat dianjurkan untuk dijadikan referensi sebelum membeli kamera digital.

Fitur tambahan
Banyak kamera digital yang dilengkapi dengan fitur tambahan, salah satunya yang selalu ada adalah kemampuan untuk merekam gambar bergerak (video). Pada kamera digital, fitur ini hanyalah sebagai tambahan saja dan kemampuannya sangat terbatas. Harap anda tidak menentukan keputusan membeli kamera digital dari kemampuan kamera tersebut untuk merekam video. Hasil rekaman video dari kamera digital tidak akan bisa maksimal, kamera digital didesign untuk menghasilakan foto diam secara maksimum. Jika anda lebih berniat merekam video, sebaiknya dipertimbangkan untuk membeli handycam atau alat sejenis yang memang dibuat untuk merekam video.

Pertimbangkan membeli card reader
Card reader adalah alat tambahan yang digunakan untuk membaca memory card pada kamera digital. Pada saat kita membeli kamera digital, pasti sudah disertakan kabel dan driver untuk mentransfer/memindahkan foto dari kamera ke komputer. Namun jika kita menggunakan alat yang disebut card reader, maka kita akan menghemat waktu untuk mentransfer dari kamera ke komputer dan dilakukan dengan cara yang sangat mudah, selain itu jika kita menggunakan card reader, maka kamera kita tidak perlu dihidupkan (on) dan akhirnya kita juga bisa menghemat umur battery kita.

(sumber : kamera-digital.com)

17 April 2008

Di balik "Sebelum Cahaya" Letto

Letto merupakan sebuah grup band yang tergolong baru di dunia permusikan Indonesia . Band ini bermarkas di daerah Kadipiro Jogjakarta. Pentolan bandini adalah Noe, anak dari Emha Ainun Najib.

Syair Sebelum Cahaya :

Ku teringat hati yang bertabur mimpi
Kemana kau pergi cinta
Perjalanan sunyi yang kautempuh sendiri
Kuatkanlah hati cinta

Reff :
Ingatkan engkau kepada embun pagi bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkan engkau kepada angin yang
berhembus mesra
Yang kan membelaimu cinta

Kekuatan hati yang berpegang janji
Genggamlah tanganKu cinta
Ku tak akan pergi meninggalkanmu
sendiri
Temani hatimu cinta

(Back to reff)

Siapa yang tak kenal lagu ini? Hampir semua lapisan masyarakat ngerti betul lagu ini, apalagi saat ini menjadi soundtrack lagu dari salah satu sinetron di televisi swasta.Maka tak heran jika anak kecil, remaja aktivis dakwah atau bukan mengenalnya bahkan mungkin hafal diluar kepala.

Seperti salah satu adik binaan saya. Suatu ketika dia membuka isi lagu di hp saya, salah satunya terdapat lagu sebelum cahaya milik letto. Lagu tersebut didengarnya terus menerus diulang-ulang hingga temen-temen yang lainnya datang. sengaja saya mendengarkan dia bernyanyi dan praktis mendengarkan pula apa yang dia nyanyikan. "Sebelum cahaya"??

Penasaran juga kan ...apa sih maksud lagu itu??? Sampai akhirnya saya bertanya pada dia, "dik, asyik banget nyanyinya...hmmm...da banyak kenangan nii...dengan lagu itu?? Dia menjawab, "jelas mbak..banyak kenangan..". Mbak pingin tahu?? Saya mengangguk.. dan dia mulai menceritakan apa yang dimaksud kenangan tersebut

Kata pertama yang keluar adalah, "itu kan ngingetin kita sama sholat lail
mbak?"

Heran dan takjub sebetulnya hati saya, kok bisa ya??

Dia meneruskannya ....
Bait pertama lagu ini menunjukkan kalau Alloh selalu mengawasi kita Alloh melihat kita yang sedang tidur tiba-tiba terbangun...kita pergi untuk ambil air wudhu maka mengapa disana dituliskan kemana kau pergi...

kemudian kita menegakkan sholat malam, dalam kesunyian, sendiri ketika semua orang tengah terlelap ketika dingin sangat menusuk di tulang,
ketika mata masih terkantuk-kantuk. Siapa yang sanggup untuk menjalankannya??

Butuh kekuatan hati untuk melaksanakan raka'at demi raka'at, lantunan ayat2 suci yang kita baca dan dzikir dengan penuh ketawadhuan. Inilah makna yang dia temukan dalam baris perjalanan sunyi yang kau tempuh sendiri,kuatkan hatimu cinta.

Bait kedua, Alloh ingin menentramkan hati kita, Alloh mengingatkan bahwa kita tidak sendiri dalam menjalankan sholat Lail, lihatlah ada embun pagi yang selalu menemani kita hingga fajar muncul dari ufuk timurdan rasakanlah sepoi-sepoi angin di sepertiga malam, yang dengan sangatlembut meniup mukena kita. Sungguh kita tidak sendiri saat sholat Lail ditegakkan. Dan mereka inilah yang dapat kita jadikan saksi di akhirat
kelak.

Bait ketiga menerangkan siapa yang punya tekad kuat tersebut? untuk menegakkan sholat malam setiap hari, setiap malam. Dia adalah orang-orang yang selalu berpegang teguh pada janjinya terhadap Alloh. Janjinya bahwa dia kan selalu menjadikan Alloh sebagai Illah dalam hidupnya

Subahanallah... ternyata... .


Sumber : EMAIL KAWAn..... SIlakan di sharing kepada saudara2 muslim
lainnya

09 April 2008

Dan Tarif Operator Termurah Saat Ini Adalah ...

(sumber : www.forumponsel.com/forum)




Shooting Pertama Film "Sang Murabbi"


Dengan berbagai kendala dan hambatan akhirnya pembuatan film Sang Murobbi (mencari spirit yang hilang) dimulai. Sebuah lokasi shooting yang sejuk dan asri di Jl. Rukun Rt 005/02 Kelurahan Setu menambah keseriusan para kru yang dikomandani oleh sutradara -Zul Ardhia-, hadir pada pengambilan gambar pertama adalah Ust. H. Ahmad Syaikhu (Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi), Ust. H. Muhith Muhammad Ishaq, Lc,(Guru ngaji masjid Al-qalam, Islamic Center IQRO'), Ust. Muhammad Ridwan (Penasehat Majelis Budaya Rakyat), Muhammad Yulius (Penulis Sekenario), Bang Awi (Adik kandung Alm. Ust. Rahmat Abdullah), dan beberapa murid ngaji beliau.


Awal pengambilan gambar, nampak para pemain grogi karena mereka sadar betul ini tidak mudah, terutama Ust. Irwan Rinaldi yang memerankan Ust. Rahmat Abdullah yang beberapa kali diulang adegannya. Karena sutradara dan konsultannya menginginkan gerakan tubuh Ust. Rahmat Abdullah dapat tervisualkan dengan baik.
Namun demikian alhamdulillah rintangan pertama yang bernama gerogi itu akhirnya dapat diatasi dengan baik.


Rintangan berikut adalah asesoris; dimana pakaian, kacamata dan make up menjadi kendala. kacamata yang digunakan jauh dari mirip seperti yang digunakan Ust. Rahmat Abdullah, rambutpun demikian. Dengan berbagai usaha akhirnya tim mampu mengumpulkan asesoris yang diinginkan bahkan tim mendapatkan yang asli seperti peci laken warna coklat, kacamata dan baju koko.

Rintangan berikut adalah jilbab yang digunakan Astri Ivo (Mba Aci) belum standar seperti yang biasa dipakai oleh ummi Fida, akhirnya dengan usaha dan bantuan seoarang akhwat di daerah Setu, jilbab tersebut dapat diperoleh.

Demikian rintangan-rintangan kru, sutradara, pemain yang dihadapi pada hari pertama shooting. Terima kasih ucap Bang Zul pada para pemain dan kru pada saat mengakhiri pengambilan gambar pada hari pertama dan Ust. Syarif Hidayat pun menutup dengan do'a. /rr

(sumber : www.iqro.or.id)

Film "Sang Murabbi"


Dengan ramah dan hangat khas gaya beliau menyambut tamunya mempersilhkan duduk diteras rumah yang sederhana, tempat biasa Ustadz Rahmat Abdullah menerima tamunya. Rombongan yang dipimpin langsung oleh sutradara film yang akrab dipanggil oleh rekan-rekannya "Bang Zul" ini menjelaskan maksud kedatangan kru dan pemain film "Sang murobbi" adalah untuk menjalin silaturrahim dan mendapatkan keberkahan atas pelaksanaan pembuatan film Sang Murobbi.


Insya Allah launching dan shooting perdana akan dilaksanakan pada hari Senin, 24 Maret 2008 pukul 08.00 di Jalan Setu Jakarta Timur, akan dibuka secara resmi oleh H. Mahfudz Abdurrohman, Bendahara Umum DPP PKS yang sekaligus Dewan Pembina Yayasan Islamic Center IQRO'. Yang membidani lahirnya gagasan pembuatan film ini adalah majelis budaya rakyat yang dipimpin oleh Ust. Ridwan yang memang memiliki sepesialisasi dalam dunia seni.
Film yang dibintangi Astri Ivo yang berperan sebagai istri alm. Ustadz Rahmat Abdullah, Irwan Rinaldi yang berperan sebagai Ust. Rahmat Abdullah muda, Jerio (anak dari Atik cancer) berperan sebagai bang Awi (adik alm. Ust. Rahmat Abdullah), Neno Warisman dan David Chalik sebagai bintang tamu, akan mengisahkan perjalanan Da'wah alm. Ust. Rahmat Abdullah dari beliau bujangan hingga wafatnya. Irwan Rinaldi menyatakan ini adalah tantangan yang berat buat saya ketika harus memerankan Ust. Rahmat Abdullah, sosok yang begitu religius, santun, dan bersemangat dalam berda'wah. Untuk itu saya betul-betul mempelajari karakter beliau dari cara memegang mikropon, cara memegang kacamata, hingga cara beliau jalan, dengan cara mencari dokumentasi dalam bentuk foto maupun rekaman video. Alhamdulillah sedikit banyak saya sudah dapatkan dari rekan-rekan di Islamic Center IQRO'.
Mudah-mudahan film yang prosesnya menggantung cukup lama ini karena masalah dana, karena memang biaya yang dibutuhkan cukup besar hampir setengah milyar hingga shooting perdana baru terkumpul setengah dari yang dianggarkan, bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan kita semua. Karena kita memang rindu akan sosok manusia seperti Ust. Rahmat Abdullah -bukan bermaksud kultus individu- apalagi di zaman yang serba materialistis seperti sekarang ini, beliau adalah orang selalu memberikan kesejukkan hati dalam tutur dan tindakan nyatanya. waallahu 'alam. /rr

(sumber : www.iqra.co.id)


28 Maret 2008

FAQ AAC 1 : Pernikahan dengan Non Muslim

Film ini sukses luar biasa nggak hanya di dalam negeri (saat ini udah lebih dari 3 juta penonton), tapi juga di negara0negara tetangga (Malaysia, Brunei, Singapura). Karenanya nggak aneh jika Film ini jadi perbincangan hangat termasuk beberapa masalah Fiqh di dalamnya.

Ini adalah salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan perihal Film AAC :
1. Boleh nggak Fahri menikahi Maria yang Non Muslim?
2. Apakah syah pernikahan yang dilakukan dalam keadaan mempelai wanita nggak sadar (koma)?

Berikut ini jawaban lengkap dari ustad Sarwat, yang mengasuh rubrik ustad
menjawab di eramuslim.com


Ustadz Menjawabbersama Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Seperti yang saya lihat di film Ayat-ayat Cinta, ada adegan si lelaki
menikahi wanita yang sedang tergeletak tak sadarkan diri karena sakit parah
(koma). Apakah sah nikahnya? Karena si wanita pasti tidak sadar bahwa dia
sedang dinikahkan dan meskipun mungkin mencintai tapi belum tentu dia mau
menikah dengan lelaki tersebut.
Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
SHB


Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebagaimana kita ketahui bahwa akad nikah dalam syariah Islam adalah akad
yangterjadi antara seorang ayah dengan laki-laki yang anak menjadi menantunya.
Sang Ayah mengucapkan ijab, yaitu lafadz yang intinya beliau menikahkan si
calon menantu dengan anak gadisnya. Dan si calon menantu akan mengucapkan
lafadz qabul, yang intinya adalahpersetujuan atas ijab tersebut.
Kalau ijab dan qabul itu terjadi dan disaksikan oleh minimal dua orang
laki-laki yang muslim, baligh, aqil, merdeka, dan adil, maka akan nikah itu
sah.

Lalu bagaimana dengan si gadis? Tidak adakah peranan yang dimilikinya?
Tidakkah si gadis itu harus dimintai persetujuanya?

Dalam hukum seorang gadis dengan ayah kandungnya, kita mengenal istilah wali
mujbir, yaitu wali yang punya hak sepenuhnya atas diri seorang gadis. Dari
sekian deret orang yang berwenang menjadi wali, yang posisinya sampai berhak
'memaksa' hanyalah ayah dan kakek (ayahnya ayah).

Dan kewenangan wali mujbir memang sampai bisa menikahkan si anak gadis,
dengan atau tanpa persetujuanya. Setidaknya, akad yang dilakukan oleh seorang
wali mujbir itu hukumnya sah.

Namun lepas dari hukum sah atau tidaknya, tentu saja seorang ayah yang
melakukan perbuatan pemaksaan terhadap anak gadisnya, dia juga akan ditanya di
sisi Allah atas kesewenangan dan kezhalimannya.

Jadi mohon dibedakan dulu antara kewenangan dan kesewenang-wenangan.
Keduanya mungkin saja terjadi. Kewenangan adalah hak dalam hukum, namun
kesenang-wenangan adalah tindakan yang zhalim.

Sebagai ilustrasi, secara ketentuan almamater, seorang dosen punya
kewenangan untuk memberi nilai secara subjektf kepada mahasiswanya. Dia bisa
memberi A atau E, semua adalah kewenangan dosen. Bahkan pak Rektor pun tidak
hak untuk mencampuri hak atau kewenangan ini.

Namun di sisi lain, bila seorang mahasiswa diberi nilai E oleh seorang dosen
secara zhalim, padahal mahasiswa itu berhak dapat A, maka kita katakan bahwa
dosen ini telah berlaku sewenang-wenang.

Tapi apakah bisa diubah kewenangannya? Tentu tetap tidak bisa, kecuali bila
dosen itu sendiri yang mengubah keputusannya.

Demikian juga dengan kewenangan seorang wali mujbir, dia berhak menikahkan
anak gadisnya dengan atas persetujuan atau tidak sama sekali. Juga berhak
menikahkannya dengan sepengetahuan anak gadisnya atau tidak sama sekali.
Lalu solusi apa yang paling tepat?

Sederhana saja, seorang anak gadis seharusnya sangat dekat dengan ayahnya.
Sehingga sang ayah tidak perlu menggunakan hak preogratifnya dalam hal
menikahkan anak gadis itu. Biarkanlah anak gadis menjadi sangat dekat dengan
ayahnya, sehingga apa pun yang diinginkan oleh si gadis, ayahnya akan memenuhinya,
termasuk dalam hal memilih calon suami.

Maka bagi seorang wanita muslimah yang aktifis, perlu diingat bahwa semua
aktifitas Anda menjadi seorang kader atau aktifis, akan menjadi sia-sia dan
tidak ada gunanya, manakala anda tidak mampu mengambil hati ayah kandung. Sebab
biar bagaimana pun, hak dan wewenang ayah kandung itu mutlak dibenarkan dalam
syariah Islam.

Kalau seorang wanita datang dengan calon suami ideal pilihannya, tapi sang
ayah masih menggeleng, jelas sudah siapa yang menang. Yang menang tentu saja
ayah, meski si gadis telah didukung oleh 1.000 ustadz atau ustadzah kondang
sekalipun.

Kembali kepada wanita yang sedang koma lalu dinikahkan oleh ayah kandungnya,
maka hukumnya sah. Karena persetujuan seorang pengantin wanita tidak termasuk
di dalam syarat sah sebuah akad nikah.


Menikahi Wanita Kristen

Mungkin setelah itu anda akan bertanya lagi, bagaimana hukumnya menikahi wanita
yang saat dinikahi agamanya masih kristen? Dan bagaimana pula status walinya,
apakah si ayah yang masih kristen itu juga bisa menjadi wali dalam akad nikah?
Bukankah syarat seorang wali harus beragama Islam?

Jawaban atas pernyataan itu adalah bahwa seorang laki-laki muslim memang
dibenarkan menikahi wanita ahli kitab. Dan hal itu ditetapkan lewat ayat
Al-Quran, sunnah nabawiyah dan juga amal (praktek) para shahabat nabi SAW.
Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan orang-orang yang
diberi Al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal bagi mereka. wanita
yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita
yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kamu,
bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak
dengan maksud berzina dan tidak menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang
kafir sesudah beriman maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk
orang-orang merugi.(QS. Al-Maidah: 5)

Dan khusus dalammasalah syarat wali nikah yang harus muslim, maka khusus
dalam kasus seorang wanita ahli kitab yang dinikahi seorang laki-laki muslim,
bila ayahnya masih yahudi atau nasrani, memang dibenarkan untuk menjadi wali.
Ini merupakan sebuah pengecualian yang bersifat kasuistik, tidak bisa
digeneralisir ke dalam kasus lainnya. Karena itu syarat keIslaman seorang wali
hanya berlaku manakala gadis yang dinikahi itu muslimah, kalau gadis itu ahli
ktiab, maka walinya boleh ahli kitab juga.


Siapakah Ahli Kitab?

Setiap membahas 'ahli kitab', biasanya selalu muncul diskusi dan pertanyaan
baru, siapakah yang dimaksud ahli kitab?

Memang kita akui ada sebagian kalangan yang mengataka bahwa ahli kitab itu
tidak ada lagi pada hari ini. Alasannya, Injil yang mereka pakai bukan lagi
Injil yang asli.

Demikian juga dengan aqidah mereka, sudah banyak yang menyimpang. Misalnya
paham trinitas yang dibawa oleh Paulus. Sehingga buat sebagian kalangan, wanita
kristen di hari ini tidak termasuk ahli kitab yang halal dinikahi.
Kami menjawab masalah ini dengan sebuah analogi. Kalau dikatakan bahwa agama
Kristen hari ini tidak termasuk ahli kitab, lantaran Injil mereka sudah tidak
asli lagi, bukankah Injil di masa Nabi Muhammad SAW pun sudah dipalsukan?
Bahkan sejak awal memang tidak ada Injil yang asli, bukan? Karena Injil tidak
pernah ditulis dan dijaga sebagaimana umat Islam menjaga Al-Quran.
Namun di masa Rasulullah SAW, para shahabat menikahi wanita ahli kitab.
Tidak peduli dan tidak ada kaitannya dengan kepalsuan Injil mereka. Mereka
tetap dikatakan ahli kitab dan statusnya kafir, justru lantaran mereka telah
memalsukan Injil.

Demikian juga, kalau dikatakan bahwa agama Kristen sekarang ini tidak layak
digolongkan sebagai ahli kitab karena telah berpaham trinitas, bukankah di masa
Rasulullah SAW mereka pun telah menyembah nabi Isa dan punya tiga tuhan?
Lalu apa bedanya Kritsten hari ini dengan Kristen di masa Nabi? Sama-sama
telah keluar dari aqidah dan syariah yang dibawa oleh Nabi Isa.

Maka menurut hemat kami, meski tetap menghormati segala perbedaan, wanitaKristen
pada hari ini tetap saja kita perlakukan sebagai ahli kitab,sebagaimana dahulu
Rasulullah SAW memperlakukannya. Mereka tidak kita sebutsebagai watsaniyyin
(penyembah berhala). Maka sembelihan mereka halaldan wanita mereka halal pula
untuk dinikahi.

Tapi tentu saja semua itu hanya merupakan tataran hukum dasar terkait denga
nhitam putihnya hukum. Sedangkandalam prakteknya, tentu saja masih ada seribu
pertimbangan lainnya untuk tidak menikahi wanita Kristen menjadi isteri.
Dan karena pertimbangan lain itupula mengapa dahulu Umar bin Al-Khattab
pernah meminta aparatnya yang terlanjur menikahi wanita ahli kitab untuk segera
menceraikannya.

Ternyata selain pertimbangan syariah secara hitam putih, masih ada beberapa
pertimbangan lainnya, misalnya faktor gejolak sosial dari para wanita muslimah,
di mana mereka akan merasa 'ditinggalkan' kalau melihat laki-laki muslim
berbondong-bondong menikahi wanita yahudi dan kristen.

Lagian, kisah seorang mahasiswa Indonesia menikahi wanita Kristen KoptikMesir
kan cuma ada di novel dan film, kenyataaannya sih tidak pernah.

Alih-alihmenikahi wanita Kristen Koptik, menikahi wanita Mesir yang muslimah
saja nggakada yang berani. Padahal muslimah Mesir itu dijamin halalan thayyiban.
Salah seorang teman yang kuliah di Mesir menjawab, "Wah ustadz, bukan
masalah halalnya, tapi kalau kami menikahi muslimah Mesir, bingung nanti ngasih
makannyapakai apa?" Yang lain menimpali, "Buat kami cukuplah menikahi
mahasiswi asal Indonesia saja, biar bisa sama-sama makan sambel terasi dan
semur jengkol", tambahnya sambil terkekeh-kekeh. Wealah...


Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu, 'alaikum warahmatullahi
wabarakatuh,


Ahmad Sarwat. Lc



29 Februari 2008

Berjamaah di Masjid? … Harus!!!


Kok bisa? Coba simak dialog seorang buta dengan Rasulullah ini :

Seorang buta mengadu pada Rasulullah : “Ya Rasul, tiada yang menuntunku mengantar ke masjid, maka berilah keringanan untukku shalat di rumah”. Kemudian ia diberi keringanan oleh Rasul. Namun ketika ia baru beberapa langkah menuju pulang, Rasulullah memanggilnya kembali: “Adakah kamu mendengar adzan?”. Jawabnya : “Ya, aku mendengarnya”. Sabda Rasul: “karenanya, hendaklah kau penuhi panggilan (adzan) itu”. (HR Muslim)

Jujur, ketika mendengar kutipan hadits di atas saya cukup shock. Apa sih istimewanya shalat berjamaah di masjid hingga Rasul sedemikian ‘keukeuh’ meminta seorang buta melakukannya?



Shalat di Masjid, Banyak Untungnya


Hmmm … pertama : nilainya 27 kali lipat shalat di rumah/sendiri (HR Bukhari-Muslim), ini sudah ribuan kali kita dengar dari (mungkin) ratusan ustadz, guru agama di sekolah hingga ustadz di televisi. Tapi sepertinya selama ini kita (khususnya saya) nggak ‘mudeng’ dan menganggap ini hanya angin lalu, alias nggak penting. Toh kita sudah melakukan shalat lima waktu, lha wong yang shalat bolong-bolong saja masih banyak …

Tapi kalau kita gunakan logika sederhana, pilih mana kita bekerja dengan gaji satu juta dibandingkan dengan gaji 27juta? Orang waras mana yang akan memilih yang hanya 1 juta, ya kan?

Kedua, Jika sebelumnya kita telah berwudhu maka setiap langkah kita menuju ke masjid derajat kita akan dinaikkan 1 derajat serta diampuni 1 dosa (HR Muslim). Luar biasa bukan, bukan hanya dihapuskannya dosa kita, tapi juga dinaikkan derajat kita. Subhanallah. Makin jauh lokasi kita berarti makin oke tuh :).

Ketiga, selama kita berada di masjid malaikat mendoakan kita (HR Bukhari-Muslim). Tahu kan, bahwa mereka adalah mahluk-mahluk suci yang niscaya tak akan tertolak doanya. Kapan lagi kita mendapatkan prestise semacam ini?

Keempat, selama menunggu shalat kita dianggap melakukan shalat. Ck ck ck! Sungguh Maha Pemurah Allah.
Oh ya, satu lagi. Waktu antara adzan dan iqamat ternyata adalah waktu mustajab bagi doa kita, alias doa kita tidak akan tertolak oleh Allah. Great!



Shalat di Masjid, Penting lho!


Hanya orang munafik yang berat melaksanakan shalat berjamaah di Masjid, terutama ketika Subuh dan Ashar (HR Abu Hurairah). Wah ini yang cukup mengerikan buat kita. Apa rela kita menjadi bagian orang-orang munafik, yang bahkan Rasul membenci mereka melebihi kaum kafir. Moga kita bukan bagian dari mereka, amien …

Ini saya kutipkan hadist lainnya …

Seseorang mengadu kepada Rasulullah SAW: “Ya Rasul, bahwasanya kota Madinah ini banyak binatang buas lagi kejam, yang tentu aku sangat khawatir atas keselamatanku". Rasulullah menjawab : "Adakah kamu mendengar Hayya alash-shalah, hayya alal falah? Kalau mendengarnya maka datanglah untuk memenuhinya”
(HR Abu Daud)

Wah, berarti kondisi alam yang berat sekali pun kita tetap harus ke masjid. Apalagi Cuma karena gerimis kecil, bukan halangan lagi ya? Hmmm Moga kita diberikan keringanan langkah dan kemudahan selalu.


Murka Rasul!




Rasulullah bersabda : “ Demi Dzat yang diriku ditangan-Nya, aku ingin menghimpun kayu bakar, lalu kusuruh seseorang mengumandangkan adzan shalat, dan kusuruh pula imam memimpin shalat berjamaah, dan kudatangi mereka yang tidak shalat berjamaah, kubakar mereka bersama rumah-rumahnya!"
(HR Bukhari – Muslim)

Aih, besar benar murka Rasul terhadap mereka yang meninggalkan shalat berjamaah. Saya tidak berani berkomentar banyak terhadap hadits ini, terasa sangat gamblang dan jelas aura kemurkaan kekasih Allah ini. Saya sangat merinding begitu mengetahui keberadaan hadits ini. Laa haulaa wa laa quwata illa billah …


Keringanan

Barangsiapa mendengar seruan adzan tetapi tidak dapat memenuhinya tanpa suatu udzur maka shalat yang dikerjakannya tidak akan diterima. Para sahabat bertanya : Apakah udzurnya? Jawab Rasul SAW : ketakutan atau sakit (HR Abu Daud, Ibn Hibban, Ibnu Majah)

Luar biasa ya, mungkin sebelum mengetahui sedemikian pentingnya shalat berjamaah ini kita pasti akan menganggap remeh. Bahkan berlomba-lomba membuat mushala kecil di dalam rumah kita. Ternyata bukan itu yang diinginkan Rasul kita, pasti ada hikmah besar dibalik seruan shalat berjamaah di masjid ini yang belum kita ketahui hingga kini. Apakah ini adalah suatu fasa yang harus kita lewati bagi kebangkitan Islam? Mari kita buktikan bersama. Ayo mulai sekarang aja!

“Sesungguhnya yang meramaikan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.”
(QS At Taubah : 18)

(tulisan ini saya dedikasikan khusus bagi guru, panutan, sekaligus sahabat terbaik saya : Mr. Akhmad Tefur)

Apakah ‘ADA’ itu benar-benar ada … ?


Menonton trilogy Matrix, terutama film pertama, membuat saya agak sedikit dipaksa untuk kembali mereview tentang paham materialisme. Paham ini sepenuhnya meyakini bahwa benda yang tampak adalah materi yang mutlak keberadaannya, alasannya ia bisa kita sentuh, ada tekstur halus atau kasar, ia bisa kita lihat, karenanya kita bisa menentukan warna, ia bisa kita baui, ada yang harum dan ada yang kurang sedap baunya, ia juga bisa kita rasakan, jadi kita mengenal rasa manis, asam, pedas, dan lainnya. Penganut paham ini ngotot karena semua telah terbuktikan secara ilmiah.

Segenap penghuni bumi saya yakini termasuk dalam kategori pengikut paham ini, termasuk saya. Hingga beberapa cuplikan pengalaman yang terserak dipikir-pikir ternyata memiliki kaitan yang tak terduga. Bagi saya ini lumayan membuat saya nggak bisa tidur malam itu.


Kepingan-Kepingan

Berawal dari Film Matrix I, di tokoh Neo diposisikan sebagai pemberontak dari dunia yang telah diciptakan untuknya dengan sempurna. Ia dan bahkan seluruh penghuni ‘dunia sempurna’ ciptaan itu tidak pernah mengetahui bahwa mereka hanyalah sesosok tubuh di dalam tabung. Tubuh yang tak pernah bergerak apalagi keluar dari tabungnya masing-masing itu dihubungkan secara begitu rumit dengan suatu pensuplay realita yang telah telah diatur sedemikian sempurna oleh sang tokoh antagonis di film tersebut.

Segenap penghuni ‘dunia sempurna’ itu menjalani hari-harinya sejak kecil hingga dewasa, renta, bahkan hingga dijemput kematian dalam sebuah skenario yang telah dirancang oleh Sang Perancang dengan begitu lengkap dan details hingga milisecon dan milimeternya. Padahal, sekali lagi, tiap-tiap diri mereka sebenarnya hanyalah sesosok jasad yang sedikit pun tak pernah beranjak dari dalam tabung. Sungguh mengerikan! Itu yang pertama kali terlintas di benak saya. Bagaimana jika saya adalah bagian dari penduduk ‘dunia sempurna’ itu? Dan Tuhan adalah Sang pensuplay realita ke alam pikiran kita, setiap saat, setiap hembusan napas, bahkan setiap persekian detiknya?

Jeda beberapa waktu ketika saya hampir melupakan Matrix. Ketika saat itu tengah begitu popular buku-buku Harun yahya, yaitu buku-buku Sains Populer Islami, ada sebuah judul salah satu bukunya “Mengenal ALLAH lewat akal” yang memaksa kembali untuk mengingat Matrix. Saya dihadapkan pada benang merah yang kurang lebih sama.

Berbeda dengan Matrix, setelah membaca buku ini saya hampir semalaman tidak bisa tidur. Bagaimana tidak, buku ini bahkan melibatkan keimanan saya, yang mau tidak mau membetot saya masuk jauh ke dalam suatu kenyataan mengerikan, ini semua benar! Ini semua logis dan masuk akal. Malam itu saya babak belur, layaknya in , tepatnya yang baru terjatuh di dasar jurang.

Dengan lugas dan gamblang Harun yahya menguraikan semua ini sekaligus mampu memporak-porandakan paham materialisme. Hmm … begini …



Mimpi

Pernah kita bermimpi? Saya tahu ini pertanyaan bodoh. Kita kadang bermimpi naik sepeda, lalu terjatuh, Atau kita bermimpi tengah berenang di kolam renang bersama teman-teman kita, atau kita mimpi dikejar-kejar seekor anjing? Mimpi tangan kita tersentuh api rokok? Atau bermimpi baru mendapat door price sebuah mobil mewah? Pasti kita mengalami ratusan ribu atau bahkan jutaan mimpi baik itu menyenangkan atau pun menakutkan selama hidup kita.

Ketika kita bermimpi naik sepeda dan terjatuh, apakah kita merasakan sakit? Tentu saja ? Bahkan kita mungkin menangis dalam mimpi itu. Mimpi berenang pun demikian, kita pasti merasakan sensasi segarnya di dalam air kolam. Dikejar anjing, napas kita tersengal dan tubuh bermandikan peluh, belum lagi perasaan takut yang hebat terhadap anjing yg mengejar kita. Semua begitu nyata. Panasnya api rokok pun begitu terasa ketika tersenggol tangan kita. Apakah benar Anda tengah main sepeda? Anda tengah berenang? Anda tengah dikejar anjing? Tidak! Anda saat itu tengah tertidur di atas ranjang Anda. Anda bahkan tidak bergerak ke mana pun, Anda hanya berbaring. Bahkan tidak ada rokok di sekitar Anda. Tapi mengapa semua yang kita alami begitu nyata?


Otak di ruang kedap cahaya bisa melihat

Otak kita benar-benar kedap cahaya, tapi kita kok bisa melihat? Bukankah dibutuhkan cahaya untuk dapat melihat sesuatu?

Otak kita juga terlindungi dengan kuat di dalam tengkorak kepala, mengapa ia mampu mengetahui bau, rasa, suhu dan suara?

Ya, semua kesan tersebut diperoleh otak atas laporan kelima indera yang kita miliki. Apakah benar otak kita yang menganalisa laporan tersebut? Bukankah otak hanya mampu menerima laporan tersebut sebagai data yang siap diolah? Lantas siapa yang mengolahnya kalau begitu?


Sosok di dalam kepala

Ya, ternyata ada sosok kecil yang tinggal di dalam otak kita. Dialah yang melihat dan menterjemahkan gambar yang dikirim ke otak, suara yang diterima dari indra pendengar, bau dari penciuman kita, rasa dari lidah kita, dan tentu saja tekstur dan suhu dari kulit kita. Siapakah sosok ini? Menurut Harun Yahya dalam bukunya, dialah ruh kita …

Layaknya menonton televisi, (bedanya bukan hanya gambar dan suara, melainkan juga plus bau, rasa, dan tekstur-suhu) sang ruh terus akan menyaksikan tayangannya dari waktu ke waktu hingga tiba saatnya tayangan televisi tersebut berakhir. Inilah mungkin yang kita kenal sebagai kematian.

Siapakah yang mengirim sinyal tayangan televisi yang kita terima itu? Tentu saja Allahu Rabbul ‘alamin. Dia bebas mengirim sinyal apa saja ke kita dan itu sifatnya sangat personal alias sinyal itu khusus buat kita seorang. Tinggal Dia akan menilai respon kita atas semua sinyal yang dia berikan, apakah sesuai dengan tuntunan-Nya atau tidak. Ini pasti direcord setiap detail oleh-Nya Sang Maha Melihat.

Tiap orang/mahluk pasti menerima sinyal yang khusus dan berbeda. Jadi dunia ini di mata setiap mahluk akan tampil sesuai sinyal yang ia terima. Luar biasa!

Apakah kita masih yakin bahwa dunia sekitar kita memang benar-benar ada? Ataukah hidup kita ini hanyalah merupakan mimpi yang panjang? Dan ketika kita terbangun kelak kita berada pada hari di mana setiap yang kita lakukan diperhitungkan oleh-Nya?

Apakah kita sebenarnya hanya sosok dalam tabung yang setiap detiknya menerima sinyal dari Sang Maha Pencipta. Bahkan kita tak pernah beranjak dalam tabung itu selama hidup kita


Sisi terliar dalam diri saya membisikkan : “Hey, ternyata dunia seisinya ini memang diciptakan Tuhan khusus untuk kamu seorang, Iman”. Jika memang demikian, hmm ... sungguh ini beban yang luar biasa berat …!
Wallahu’alam bish shawab …